Skip to content
Ibe Dwi

Thought: Percakapan Singkat tentang Prioritas

thought2 min read

Pagi ini, gue kebangun dengan bayang-bayang MacMini. Sejak beberapa hari lalu, gue 'kepikiran' buat ganti alat tempur gue jadi komputer. Konteksnya, gue lagi ngoprek React Native dan Swift UI dan gue ngerasa kalau komputer 'bisa' memenuhi kebutuhan gue untuk ngejalanin development server, code editor, emulator, sambil denger lagu dan browsing-browsing lucu.

Tapi, gue masih ngerasa "kurang yakin". Maka dari itu, gue iseng nanya ke salah satu rekan kerja gue yang sudah om-om. Singkat cerita, dia menanyakan pertanyaan-pertanyaan dan memberikan pernyataan-pernyataan yang membuat gue mengurungkan niat untuk membeli MacMini (lain kali ya sayang). Tapi dari percakapan singkat itu, ada beberapa hal yang menurut gue menarik banget untuk dibagikan.

"Just because you can buy, doesn't mean you should buy -- Hanya karna lo mampu, bukan berarti lo harus beli"

-- Rekan gue

Kalimat itu yang membuat gue terpukul dan mempertanyakan kembali tentang kebutuhan dan keinginan gue. Apakah.... gue bener-bener butuh MacMini? Apakah laptop yang gue pake sekarang, yang gue pake nulis blog ini, nonton netflix, main twitter, buka onlineshop, tidak cukup? Padahal di satu sisi, gue bisa "menghamburkan" duit gue ke hal yang lebih berarti. Misal investasi. Saat blog ini ditulis, di media sosial dan salah satu circle gue lagi rame banget ngomongin SR013 (obligasi). Bisa aja duit segitu gua pake jajan itu. Atau, gue bisa investasi ke buku. Poinnya, gue bisa memaksimalkan apa yang gue punya sekarang, daripada membeli hanya untuk memuaskan "nafsu" jajan gue.

"Resource lo terbatas, manfaatkan resource lo sebaik mungkin"

-- Rekan gue

Kalimat ini, membuat gue merenungkan kembali bagaimana gue menghabiskan waktu gue sehari-hari. Apakah gue benar-benar menghabiskan waktu gue untuk mengembangkan diri, menjadi lebih baik, atau untuk membuat diri gue bahagia? Apakah gue melakukan sesuatu yang bermanfaat buat orang lain?

Di masa pandemi ini, gue punya lebih banyak waktu luang. Gue bisa memanfaatkan waktu gue untuk meningkatkan skill problem solving atau programming gue. Gue bisa meluangkan waktu untuk orang-orang yang berarti buat gue. Gue bisa fokus dengan target dan prioritas gue.

Banyak yang bisa gue lakuin.

Tapi, gue tidak bisa ngelakuin semuanya gitu aja. Contohnya dalam belajar. Kita semua bisa aja belajar hal baru yang mungkin tidak ada kaitannya dengan pekerjaan kita. Misal gue yang saat ini bekerja sebagai Frontend Engineer. Gue iseng belajar sesuatu yang berkaitan dengan arsitektur atau ekonomi. Tapi pertanyaannya, is it worth my time?. Setelah mempertimbangkan prioritas, (setidaknya untuk saat ini) gue ingin merelakan hal-hal di luar pekerjaan gue untuk dipelajari, dan mempelajari hal-hal yang bisa membantu gue achieve dan berdampak lebih besar di bidang gue.

Pertanyaan selanjutnya. Apakah gue bisa komit dengan itu? -- Untuk rekan gue, kalau lo baca ini, thank you, man!